Biografi Amelia

Nama saya adalah Amelia Tanjung yang lahir pada tanggal 01 oktober 1999 di pulo padang,madina sumatra utara,dan orang tua saya bernama Kasman dan Alm. Asnari,saya anak bungsu dari 3 bersaudara,kakak saya paling sulung yang beri nama Nurdiana dan abang saya di beri nama Abdul Aziz.Tapi saya di besarkan di desa ayah saya dan merasakan masa kanak” di desa itu,kenagan masa kecil yang mungkin tak terlupakan bagi setiap orang,walaupun saya tau kenagan saya belum tentu seindah kenangan orang lain,tapi saya percaya bahwa setiap kenangan itu pasti meninggal kesan dan komen yang baik dalam kehidupan yang tak pernah bisa untuk dilupakan.

Saya mulai pendidikan SD di desa dimana saya di besarkan dan saya juga sempat berpindah sekolah ke desa kelahir saya,diwaktu saya pas mau naik kelas 2 SD,itu karna disebabkan kakek dari ibu saya meninggal dunia,sehingga ibu saya tidak tega meninggalkan nenek saya sendirian di rumah,meski pun saudara ibu saya masih banyak,tapi ibu saya yang mengalah merawat nenek saya.Namun beberapa tahun telah berlalu tepatnya saya duduk dibangku kelas 4 SD saya kembali dipindahkan sekolah di Batahan tempat saya sekolah sebelumnya,saya saat itu marah dan kecewa,karna situasi dan kondisi saya saat itu tidak mau dipindahkan,tapi keadaan orang tua saya,ya saya harus terima.Dan alhamdulillah saya tamat disana di SDN 347 Kuala Batahan.

Dan saya melanjutkan jenjang pendidikan tingkat Sanawiyahnya di Pondok pesantren Darul Amin Setia Baru Sumatra Barat dimana saat saya tiba disana disitulah mula berubahnya kehidupan saya dengan kehidupan saya sebelumnya,dimana saya merasakan terpisah dari kedua orang tua,memasak sendiri,nyuci baju sendiri dan semuanya sendiri,yang biasanya selalu orang tua yang ngerjain semuanya dan sekarang saya sendiri yang melakukannya,tapi karna itu semua keinginan saya yang mau masuk pesantren saya sudah tau konsekuensi yang harus saya ambil dan saya pun dengan senang hati dan bahagia menjalani kehidupan baru saya,tambah lagi yang membuat saya bahagia adalah kakak kakan senior yang seleu menjaga,menasehati dan membimbing saya dengan baik dan sampai saya tamat dan melanjutkan kejenjang selanjutnya.Saya mondok selama 6 tahun di Ponpes Darul Amin,tentunya pahit manis,suka dan duka sudah saya lewati,pahit getirnya dunia sudah saya pelajari dan sampai sekarang sudah jadi pedoman bagi kehidupan saya saat ini.

Dan sekarang saya sudah menjadi seorang Mahasiswa yang sama sekali tak pernah saya bayangkan sebelumnya,karna saya lihat dari perekonomian keluarga saya yang tidak mampu,jangankan untuk biaya untuk kuliah,untuk makan sehari hari saja juga susah mencarinya,tamat dari Ponpes saja sudah syukur alhamdulillah meskin pun orang tua saya hutang hutangan dalam membiayai saya dan saya lulus akhirnya.Dan tekad dan niat saya yang kuat dan terutama doa dan serta dukungan orang tua saya untuk saya melanjutkan sekolah,dan alhamdulillah saya bisa jadi seorang Mahasiswa di STAIN MADINA dan saya membawa harapan agar kelak saya bisa mengubah perekonomian keluarga saya dan membahagiakan mereka,meskipun dimasa ini adalah masa dimana saya merasakan kebagiaan,tapi dimasa ini juga Allah menguji kesabaran saya,dimana di semester 1,2,3 dan 4 sosok ibu masih ada untuk memdukung dan mendoakan saya,yang selalu menanyai keadaan saya ,dan apa kekurangan saya di perkuliahan,namun di semester 5 ini sudah tidak ada lagi sosok tersebut karna Allah lebih menyayangi dia melebihin saya.dan saya percaya meskipun iya sudah tiada,tapi ia ada di sisi saya,melihat,menjaga saya,mendoakan yang terbaik buat saya,meskipun saya tidak bisa melihat dia tapi saya bisa meraskan dalam hati saya,bahwa dia ada disekitar saya.

“Love you mom”

Doa terbaik selalu tertuju kepadamu,setiap perbuatan baik akan saya niatkan atas namamu,semoga engkau ditempatkan di tempat yang terindah dan mulia disisiNYA.Amiin ya Robb.

Sudah masuh setegah tahun ibu meninggalkan saya,sekarang cuma sosok ayah yang ada disisi saya yang sekaligus menjadi sosok ibu buat saya,yang masih mncoba belajar bagaimana sosok ibu bisa ia perankan meskipun dia tau bahwa sosok ibu itu tidak akan bisa ia gantikan,tapi ia berusaha menjadi itu semua,agar saya tidak merasakan kehilangan terlalu besar dan agar saya punya harapan untuk kedepannya.

“I Miss you ayah”

Makasih sudah menjadi ayah yang terbaik buat saya.semoga Allah mempermudah semua urusanmu dan semoga selalu dilimpahakan nikmat kesehatan bagimu.saya janji akan membuat impian ayah dan ibu jadi kenyataan dan saya akan jadi kebanggaan dan sumber kebagianmu kelak ayah,tunggu keberhasilanku ayah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: