Komentar Mengenai Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Novel tenggelamnya kapal van der Wijck adalah suatu kisah yang menceritakan tentang seorang anak yang terbuang di kampung halaman ayahnya sendiri dan di kampung halaman ibunya juga tak dianggap sebagai orang dari kota itu.

Novel ini banyak mencarikan kisah yang mana semua pembaca hanyut dalam kisah tersebut, seakan kisah yang di ceritakan itu seakan sang pembacalah tokoh yang di novel itu. Dimana, itu disebabkan karena novel itu benar benar memiliki daya tarik yang menarik, yang membuat para pembaca selalu terbawa akan cerita dari novel tersebut.

Bagi saya pribadi novel ini dapat mengajarkan saya bahwa rasa cinta yang tulus itu memang betul adanya dan setiap kegagalan itu tidak selalu membuat kita jadi orang yang lemah dan di dari novel ini juga saya sadar bahwa apa yang kita harapkan tidak selamanya sejalan dengan apa yang benar terjadi dalam kehidupan, dan juga disini saya yakin bahwa kata gagal adalah suatu batu loncatan untuk seseorang bangkit untuk bertahan dan berjuang kembali..

Sedikit saya akan menceritakan kisah dari novel ini, dimana tokoh utamanya yang bernama zainuddin dan hayati, zainuddin dilahirkan dikota Makasar yang ayahnya berasal dari desa Batipuh yang berada di daerah Sumatra Barat. Di makasar zainuddin dianggap orang dari Batipuh dimana darah keturunan di Makasar di ambil dari sang ayah sedangkan di Batipuh zainuddin dianggap sebagai orang Makasar dimana darah keturunan di Batipuh di ambil dari sang ibu.

Setelah orang tua zainuddin wafat dia dirawat oleh bibinya yang bernama mak base dan dia berinisiatif untuk mengunjungi kampung ayahnya dan di kampung ayahnya dia bertemu seorang anak gadis yang cantik dan baik budinya. Disinilah kisah mereka dimulai. Kisah dua insan yang saling mencintai namum di halangi oleh hukum adat dan ninik mamak yang berhak akan diri seorang hayati.

Awal mereka ketemu hanya di sadari ketidak sengajaan yang akhirnya sampai kepada surat suratan dan disana lah mereka timbul rasa kasih dan sayang bahkan cinta yang tumbuh dalam hati mereka. Dimana orang minang tinggi hukum adat dan suku maka cinta mereka tidak direstui oleh ninik mamak hayati yang mana zainuddin tidak mempunyai suku dia hanya anak yang terbuang yang tidak dianggap keberadaanya baik di kampung ibunya dan ayahnya.

Sehingga sampai lah hayati di jodohkan dengan seseorang yang memang suku dan keturunannya jelas dan orangnya juga memiliki kekayaan dan kuasa sehingga hayati di jodohkan dengan orang tersebut orang itu bernama aziz abang dari teman sekolahnya di padang panjang yang membuat zainuddin dan hayati berpisah dan akhirnya zainuddin terpuruk dan mengalami sakit yang lama karena kekecewaannya terhadap hayati dan tidak sanggup menerima bahwa ayat sudah menolaknya dan menerima orang lain sebagai pendapingnya.

Dan sampailah pada titik dimana zainuddin bangkit dalam keterpurukannya selama ini, didasari dari seorang adek atau teman yang bernama muluk yang selalu memberi nasehat dan arahan kepada zainuddin bahwa muluk mengatakan kepada zainuddin seorang hayati tidak pantas untuk menghancurkan dunianya, seorang hayati tidak pantas menerima cintanya yang seakan membuat rasa semangat dan rasa ingin bangkit lagi terlekat dalam diri zainuddin.

Disisi l

Dan pada akhirnya sampai la di masa kejayaan zainuddin. Setelah dia pergi meninggal kan kota Batipuh, yang mana dia sebelumnya diusir dari tersebut dan dia pun hijrah dan tinggal di padang panjang untuk niat menuntut ilmu agama dan tinggallah dia dirumah orang tua muluk, dan akhirnya dia pergi ke pulau jawa untuk mengubah nasib dan melupakan semua kesedihan yang dia alami selama berada di kota minang kabau tersebut. Dan dia mencari pekerjaan di sana dan dia mulai menulis kisah hidupnya dalam bentuk cerita dan pada akhirnya semua karya tulisnya nya berasil membuat novel atau buku cerita yang banyak disukai oleh kalangan masyarakat dan disinilah masa kejayaan zainuddin.

Disisi lain kehidupan rumah tangga hayati dan aziz tidak la se harmonis yang di harapkan, dimana semua keburukan dari aziz sudah di lihat oleh hayati dan membuat hayati hidup dalam tekanan yang membuat dirinya takut daripada aziz dimana aziz memiliki watak yang sangat keras dan selalu mudah memainkan tangannya kepada, menampar dan memukuli hayati dimana hayati tidak mendapatkan kasih saya dari aziz melainkan penderitaan yang dia dapatkan dari pernikahan tersebut.

Dan sampailah di momen hayati dan zainuddin dan juga aziz dipertemukan di cara peluncuran novel dari zainuddin dan yang tidak sama sekali disangka oleh mereka bisa bertemu di acara tersebut. Dan sampai pula dimana aziz mengalami kebangkrutan dalam usahanya di kota tersebut yang membuat mau tidak mau untuk menindak tolong pada zainuddin yang memang aziz juga sadari awal sudah mengetahui bahwa zainuddin adalah mantan dari hayati tapi justru karna itulah dia ingin minta bantuan kepada zainuddin agar kiranya untuk beberapa hari bisa tinggal dirumhnya sampai daa si aziz mendapat pekerjaan dan bisa mendapat tempat tinggal lagi. Dan sama pada titik dimana aziz meminta izin untuk hijrah mencari pekerjaan dikota lain kepada zainuddin dan menitipkan hayati pada zainuddin dan sama akhirnya aziz tidak kembali tapi surat datang kepada zainuddin bahwa surat tersebut berisikan tentang kematian aziz.

Dan beliau mewasiatkan hayati agar zainuddin menjaga dia, dan memang tidak bisa zainuddin pungkiri bahwa dia ada rasa bahagia dan juga sedih karna orang yang dia cinta dekat dengan dia yang mana selama ini dia hanya bisa memandanya lewat foto yang iya pajang di ruangan kerjanya dan saat hayati berada di rumah itu ruangan itu memang dilarang olehnya untuk hayati masuk didalamnya begitu pula sebaliknya zainuddin kepada hayati.

Setelah hayati sudah resmi menjadi janda zainuddin berniat memulangkan hayati ke kampung halamannya tapi hayati tidak menyetujuinya karna dia ingin bersama zainuddin tapi saya nya zainuddin menolak nya meski pun penolakannya itu tidak dari hatinya tapi iya melakukannya. Dan sampailah hayati terpaksa pulang ke minang kabag walaupun dengan perasaan yang berat dan sedih namun dia lakukan juga. Dia menaiki kapal yang bernama kapal van der Wijck dan pada akhirnya kapan yang dia tumpangi tenggelam dan sampailah beritanya kepada zainuddin dan dia langsung pergi ke lokasi kejadian untuk mencari hayati dan sampailah dia bertemu dengan hayati. Dan meskipun hayati tidak bertahan lama dan akhirnya meninggal tapi hayati sempat mengatakan kata kata terakhirnya kepada zainuddin bahwa selama ini iya masih suci dan cinyanya masih sama kepada zainuddin walaupun tubuhnya milik orang lain tapi hati dan jiwanya selalu milik zainuddin. Dan zainuddin juga mengatakan bahwa dia juga mencintainya Dan akhirnya hayati meninggal dunia di hadapan zainuddin dan zainuddin merasakan kehilangan dan menangis serta menyesali akan keputusannya memulangkan hayati ke kampung halamannya.

Itulah ulasan dari novel tenggelamnya kapal van der Wijck yang ditulis oleh Buya Hamka penulis legendaris dari minang kabau yang mengancam ke seluruh penjuru indonesia.

Bagi saya novel ini novel yang terbaik dan novel ini juga memotivasi seseorang dalam kehidupan bahwa segala kegagalan dan penyesalan akan datang disetiap kesempatan dan hanya saja perbedaannya cara kita untuk menerimanya bagaimana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: